Pelatihan Pembuatan Bahan Ajar Berbasis Web

Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah akan mengadakan pelatihan bagi dosen perguruan tinggi swasta guna meningkatkan kualitas SDM

Susno Duadji Diancam Dibunuh

[Susno Duadji Diancam Dibunuh] Susno Duadji Diancam Dibunuh

Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji mendapat ancaman pembunuhan. Dia diteror melalui pesan singkat atau SMS agar tidak berbicara lagi kepada publik.

“Saya tidak akan mundur dengan ancaman ini. Saya pasrah kepada Allah,” terang Susno di Jakarta, Minggu (8/1/2010).

SMS teror itu mulai masuk ke telepon pribadinya sejak Minggu sore. Dia juga diminta untuk tidak membuat pernyataan lagi di media.

“Saya hanya mengungkapkan kebenaran,” terang Susno.

Isi SMS teror yang ditulis dengan huruf kapital itu adalah: “SUSNO ! SEKALI LAGI KAU TAMPIL DI MEDIA ATAU KORAN MAMPUS, TAU KAN CARA CEPAT NGABISI MU”.

“SEKALI LAGI KAU BERANI BUKA2 PADA MEDIA NYAWAMU GENTAYANGAN, CUCU KESAYANGANMU JNG DITANYA”, dan “SUSNO! SEKALI LAGI KAU TAMPIL DI MEDIA ATAU KORAN MAMPUS, TAU KAN CARA CEPAT NGABISI MU”.

“Saya tidak tahu siapa yang mengirimkan. Yang saya khawatirkan keluarga saya,” imbuhnya.

Bukan hanya itu saja, di sekitar rumahnya pun banyak orang tidak dikenal berkeliaran. “Saya tahu mereka bersenjata. Saya ini reserse, tahu cara teror seperti ini,” terangnya.

Dia mengaku, teror seperti ini bagaimanapun mengganggu ketenangan hidup keluarganya. “Kami mesti hidup berpindah-pindah untuk keamanan,” tutupnya.

Iron Man 2 (2010)

Hadir film terbaru kelanjutan dari film iron man 1 http://katz.cd/download/4292873/Movie/Iron-Man-2-2010/

Sengketa Jalan Kampung

Hari ini saya mengalami kejadian menegagangkan dengan tetangga saya masalah penggunaan jalan kampung yang posisinya di depan rumah. Tetangga saya punya mobil ditaruh didepan rumah pada jalan umum kampung padahal itu juga pas didepan rumah saya sehingga menutupi jalan, kalau hal itu hanya sementara saya tidak menapa, tapi ini setiap hari dia memarkir disana . bagaimana solusinya bagi saya untuk tetangga saya yang demikian itu ? mohon sarn dan partisipasinya thanks you

Innalillahi Wa Inna illaihi Rojinguun

Telah meninggal Bapak Bangsa seorang tokoh ulama na dien dan tokoh pluralisme
selamat jalan bapak bangsa semoga segala amalmu diterima-Nya

Pembuatan Jurnal Ilmiah

ISI DAN FORMAT JURNAL BERKALA ILMIAH

Oleh

Ali Imron A.M.

FKIP dan Program Pascasarjana

Universitas Muhammadiyah Surakarta

A. Pendahuluan

Karya ilmiah adalah sebuah karya yang ditulis dan disusun berdasarkan kajian ilmiah dan umumnya didahului dengan penelitian (Rifai, 2004). Dapat pula dikatakan bahwa  karya ilmiah adalah karya yang mengikuti kaidah dalam upaya untuk menemukan kebenaran dan atau menyelesaikan masalah dalam ilmu pengetahuan, teknologi dan atau kesenian.

Dengan demikian, karya ilmiah adalah suatu karya yang memuat dan mengkaji suatu masalah tertentu yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan. Artinya, karya ilmiah itu membahas masalah dengan menggunakan metode ilmiah, menyajikan kajiannya dengan menggunakan bahasa baku dan tata tulis ilmiah.

Pada mulanya, karya tulis ilmiah adalah tulisan yang didasarkan atas suatu penelitian ilmiah. Namun, belakangan mulai berkembang suatu paradigma baru bahwa suatu karya tulis tidak harus didasarkan atas penelitian saja, melainkan juga suatu kajian terhadap suatu masalah yang dianalisis oleh pakar secara profesional, yang umumnya berupa pengembangan konsep atau kajian teoretik (theoretical review).

Ditinjau dari jenisnya, suatu karya ilmiah dapat dibedakan atas makalah (paper), artikel ilmiah, laporan akhir, naskah publikasi dari laporan penelitian yang berupa: skripsi, tesis, atau disertasi. Semua jenis karya ilmiah tersebut harus disajikan dengan sistematika yang runtut, bahasa baku, dan menggunakan tata tulis ilmiah.

Artikel ilmiah sering dikacaukan dengan makalah karena jumlah halamannya yang hampir sama. Artikel ilmiah adalah tulisan atau laporan hasil penelitian mandiri atau kelompok peneliti yang lazimnya diterbitkan di dalam jurnal ilmiah (salah satu bentuk karya ilmiah). Oleh karena itu, artikel ilmiah lebih

______________

*) Disajikan dalam Pelatihan Manajemen Jurnal Ilmiah bagi Dosen PTS Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah pada tanggal 6-8 Oktober 2009 di Hotel Le Beringin Salatiga.

sering diartikan sebagai ringkasan dari sebuah laporan penelitian seperti skripsi, tesis, disertasi atau bentuk penelitian lainnya. Yang jelas, artikel ilmiah adalah sebuah naskah publikasi yang sering dimuat dalam jurnal-jurnal ilmiah.

Berdasarkan uraian di atas, pengertian jurnal ilmiah adalah suatu publikasi ilmiah yang memuat informasi mengenai hasil kegiatan ilmu, teknologi dan seni (Ipteks) dan naskah publikasi tersebut ditulis dalam bentuk artikel ilmiah baik yang berasal dari hasil penelitian maupun pengembangan konsep atau kajian teori. Adapun yang dimaksud dengan kegiatan Ipteks adalah semua kegiatan yang bertujuan untuk mengembangkan Ipteks itu sendiri dengan jalan melakukan pengamatan empiris atau pengembangan gagasan-gagasan baru yang didasarkan atas pengkajian, paradigma, konsep, prinsip, hukum dan teori yang telah ada. Produk dari kegiatan pengembangan impteks ini dapat berupa perbaikan, perluasan, pendalaman atau penghalusan paradigma, konsep, prinsip, hukum dan teori yang sudah ada, tetapi dapat juga berupa paradigma, konsep, hukum dan teori yang sama sekali baru sebagai respon terhadap kelemahan-kelemahan yang ada.

Dengan demikian, jurnal ilmiah merupakan suatu media dan sarana mengkomunikasikan hasil kegiatan pengembangan Ipteks dalam format yang telah ditentukan secara ilmiah. Format tersebut dianggap efektif dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan kepada para pembacanya, yaitu para ilmuwan, pemerhati dan pihak-pihak lain yang memiliki komitmen bidang yang sama. Oleh karena itu, jurnal sering kali dianggap sebagai sarana komunikasi ilmiah antara pihak-pihak yang terlibat dalam bidang Ipteks yang sama dan sasaran komunikasinya tertentu/terbatas, sama sekali bukan sarana komunikasi popular yang dimaksudkan untuk menjangkau sasaran yang lebih luas.

Derajat keilmiahan suatu jurnal itu relatif sifatnya, lebih banyak didasarkan pada kaidah kelayakan dan tidak dapat ditetapkan berdasarkan batas sasaran komunikasinya. Bila ternyata suatu artikel ilmiah yang sudah dipublikasikan melalui jurnal ilmiah sudah mulai banyak menarik minat orang yang memiliki bidang ilmu sejenis, dan mulai banyak dikutip (dirujuk) orang lain dalam penulisan karya ilmiahnya dan ternyata tahan uji sampai waktu yang cukup lama, maka artikel dalam jurnal ilmiah tersebut memiliki derajat yang lebih tinggi. Demikian pula, jurnal yang di dalamnya memuat artikel yang memiliki nilai keilmiahan tinggi, jurnal tersebut menjadi meningkat derajatnya.

B. Isi dan Format Jurnal Ilmiah

Direktorat Pembinaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M) Depdiknas memberikan rambu-rambu bahwa isi jurnal ilmiah hendaknya diutamakan berupa hasil penelitian atau review hasil penelitian. Di samping itu, juga dianjurkan pemuatan artikel konseptual (pengembangan konsep, theoretical review) dan telaah (review) buku baru. Obituari, yaitu uraian tentang ilmuwan yang dianggap berjasa dan karyanya cukup penting, juga merupakan bagian yang lazim dari sebuah artikel jurnal (DP2M Ditjen Dikti Depdiknas, 2006: 11). Sesuai dengan tujuan penerbitannya, maka jurnal sebagai media publikasi ilmiah paling tidak berisi salah satu dari aspek-aspek berikut ini: (1) kumpulan/ akumulasi pengetahuan baru, (2) pengamatan empirik, dan (3) pengembangan gagasan atau usulan baru (Pringgoadisurjo, 1993).

Adapun yang tidak boleh dimuat dalam jurnal antara lain: foto penulis artikel, berita keluarga, berita organisasi, bahkan berita peristiwa keilmuwan sekalipun. Muatan yang bersifat berita akan menjadi basi selang beberapa waktu. Artikel dalam jurnal diharapkan tetap aktual dan berguna meskipun penulisan artikel tersebut telah dilakukan dengan waktu yang cukup lama sehingga tetap dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan.

C. Isi dan Format Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah adalah artikel yang dipublikasikan melalui jurnal ilmiah, bukan materi ilmiah untuk dimuat dalam buku referensi, proceeding pertemuan ilmiah, atau media massa harian.

Adapun isi dan format artikel ilmiah (karya ilmiah), sebenarnya tidak ada aturan yang baku dalam cara penyajian maupun sistematikanya. Namun, secara umum dapat dipelajari bagaimana susunan dan pola penyajian artikel ilmiah yang lazim atau biasa dimuat dalam jurnal atau majalah ilmiah. Dengan kata lain, bahwa aturan tentang susunan dan pola penyajian suatu artikel ilmiah yang akan dimuat dalam jurnal tertentu, ditentukan oleh gaya selingkung masing-masing jurnal berkala tersebut. Termasuk dalam hal ini jurnal yang diterbitkan oleh Direktur Pembinaan dan Pengabdian Pada Masyarakat (DP3M) juga mengeluarkan petunjuk penyuntingan kepada penyumbang artikel yang akan dimuat dalam jurnal tersebut.

Pada umumnya jurnal ilmiah mengeluarkan petunjuk redaksi yang berisi tentang cara penulisan secara umum –sering disebut sebagai gaya selingkung– yang mutlak harus diikuti oleh penulis artikel ilmiah jika tulisannya ingin dimuat. Oleh karena, sebleum menulis pelajarilah pola penyajian, susunan, kebiasaan, dan petunjuk lain dari majalah yang dituju. Susunlah naskah tulisan sesuai dengan gaya selingkung terbitan berkala yang kita tuju dan jangan perberat tugas penyunting dengan keharusan melakukan perbaikan yang tidak perlu. Naskah yang memerlukan banyak penyuntingan hanya akan membuka atau memperbesar peluang untuk ditolaknya naskah yang diajukan. Isi naskah hendaknya disesuaikan dengan konsumen pembaca jurnal ilmiah yang bersangkutan. Ingat, bahwa jurnal merupakan sarana komunikasi keilmuan yang pembacanya terbatas pada jenis bidang yang sama/sesuai. Oleh karena itu, isi naskah memang benar-benar harus disesuaikan dengan kalangan pembacanya. Misalnya, untuk majalah psikologi, sedapat mungkin hindari penggunaan rumus matematika yang terlalu banyak dan sebagainya.

Kini berkembang paradigma baru bahwa hampir tidak ada jurnal ilmiah yang menyajikan tinjauan pustaka menjadi subbab tersendiri. Umumnya, hal-hal yang berkaitan dengan tinjauan pustaka atau kajian teori dimasukkan dalam bab pendahuluan. Hal ini dilakukan karena berbagai pertimbangan, salah satunya adalah pertimbangan efisiensi/ jumlah halaman (Achmadi, 1999).

Seperti dijelaskan di atas, bahwa secara umum jurnal ilmiah berisi naskah publikasi dalam bentuk artikel ilmiah. Artikel ilmiah dimaksud sebagian besar merupakan artikel yang ditulis dari review hasil laporan penelitian dan sebagian lagi berupa naskah pengembangan konsep. Obituari, indeks, dan telaah (review) buku baru terkadang juga ditemukan dalam jurnal. Untuk itu, untuk pembahasan berikutnya akan lebih difokuskan pada artikel ilmiah dari hasil penelitian/ review hasil penelitian, sedangkan artikel lainnya akan dibahas secara singkat.

1. Artikel Hasil Penelitian

Meskipun untuk penyajian artikel ilmiah tidak ada patokan yang baku, namun Farr (1985) membuat rumusan yang lazim digunakan untuk panduan umum dalam penulisan artikel yang ditulis dari hasil penelitian untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah. Rumusan yang dimaksud oleh Farr tersebut adalah bahwa unsur-unsur pokok yang harus ada dalam sebuah artikel ilmiah, lebih khusus lagi artikel dari hasil penelitian/ review hasil penelitian dapat disingkat menjadi IMMRAD (Introduction, Materials and Methods, Results, and Discussion). Unsur pokok yang berkaitan dengan tinjauan pustaka dimasukkan ke dalam pendahuluan. Unsur pelengkap yang tidak termasuk dalam rumusan Farr adalah persantunan (acknowledgment). Sementara itu, untuk unsur-unsur yang ada di bagian awal tulisan umumnya berisi: judul, penulis dan alamat penulis, abstrak, serta kata kunci. Adapun pada bagian akhir artikel umumnya bersifat persantuan, daftar pustaka (referensi) dan lampiran (jika ada).

Menurut Harry Hikmat (1999), dalam artikel hasil penelitian sosial, unsur pokok yang berkaitan dengan tinjauan pustaka sebaiknya tidak dimasukkan dalam sub bab pendahuluan, melainkan berdiri sendiri sebagai sub bab. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan bahwa tinjauan pustaka mempunyai fungsi sebagai kerangka orientasi untuk analisis dan klasifikasi fakta yang dikumpulkan dalam penelitian. Adapun untuk bagian awal dan akhir sebuah artikel ilmiah menurut Harry Hikmat, unsur-unsurnya sama seperti yang dikemukakan oleh Farr di atas.

Artikel hasil penelitian atau review hasil penelitian sering merupakan bagian yang paling dominan dari sebuah jurnal ilmiah. Berbagai jurnal ilmiah bahkan hampir 100% berisi artikel jenis ini (Suhadi Ibnu, 2003). Jurnal Sain-Teks dan Humaniora, yang diterbitkan oleh lembaga Penelitian Universitas Muhammadiyah Surakarta misalnya, dan Journal of Research in Science Teaching termasuk kategori jurnal yang semata-mata memuat artikel hasil penelitian. Sebelum ditampilkan sebagai artikel dalam jurnal, laporan penelitian harus disusun kembali sesuai dengan struktur jurnal atau berkala agar memenuhi tata tampilan tulisan sebagaimana yang dianjurkan oleh dewan penyunting jurnal yang bersangkutan dan tidak melampaui batas panjang karangan. Sangat penting untuk diingat bahwa artikel yang dikembangkan dari hasil penelitian bukanlah pengkerdilan laporan. Di samping itu, sebuah laporan hasil penelitian dapat dibuat menjadi lebih dari satu artikel ilmiah yang dapat dipublikasikan dalam jurnal tertentu sesuai dengan bidang kajiannya.

Bagian-bagian dari artikel hasil penelitian yang dimuat dalam jurnal adalah (1) judul, (2) nama penulis, (3) abstrak dan kata kunci, (4) bagian pendahuluan, (5) metode penelitian, (6) hasil penelitian, (7) pembahasan, (8) simpulan dan saran, serta (9) daftar pustaka.

Judul

Judul artikel hasil penelitian hendaknya dapat memberikan gambaran mengenai penelitian yang telah dilakukan. Variabel-variabel penelitian dan hubungan antara variabel tersebut serta informasi lain yang dianggap penting hendaknya terlihat dalam judul artikel. Walaupun demikian harus dijaga jangan sampai judul artikel menjadi terlalu panjang. Sebagaimana judul penelitian, judul artikel umumnya terdiri dari 5-15 kata.

Nama Penulis

Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. Nama lembaga tempat bekerja peneliti ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika lebih dari dua peneliti, hanya nama peneliti utama yang dicantumkan di bawah judul, nama peneliti lain ditulis dalam catatan kaki, atau catatan akhir.

Abstrak dan Kata Kunci

Dalam artikel hasil penelitian abstrak secara ringkas memuat uraian mengenai: (1) masalah dan tujuan penelitian, (2) metode yang digunakan, dan (3) hasil penelitian. Tekanan terutama diberikan kepada hasil penelitian. Panjang abstrak lebih kurang sama dengan abstrak artikel konseptual yaitu tidak lebih dari 200 kata (Rifai, 1995) dan juga dilengkapi dengan kata kunci (3-5 buah). Kata kunci menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah teknis pokok yang berkaitan dengan penelitian yang dilaporkan. Kata kunci dapat diambil dari judul penelitian atau dari tubuh artikel, bahkan yang tidak secara eksplisit tertulis di dalam artikel, tetapi memang mencerminkan ranah permasalahan yang diteliti.

Bagian Pendahuluan

Seperti pada artikel konseptual, pendahuluan ada yang diberi judul dan ada yang tidak diberi judul. Bagian ini terutama berisi alasan-alasan mengapa perlu dikaji, pokok permasalahan, dan tujuan penelitian.

Metode Penelitian

Pada bagian ini dikemukakan: (1) rancangan atau desain penelitian, (2) objek penelitian (populasi dan sampel), (3) teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen, dan (4) teknik analisis data. Subbagian di atas umumnya (atau sebaiknya) disampaikan dalam format esei dan sesedikit mungkin menggunakan format enumeratif, misalnya:

“Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan observasi partisipatori. Peneliti terjun langsung ke dalam kehidupan masyarakat desa, ikut serta melakukan berbagai aktivitas sosial sambil mengumpulkan data yang dapat diamati langsung di lapangan atau yang diperoleh dari informan kunci, pencatatan dilakukan tidak langsung tetapi ditunda sampai peneliti dapat ‘mengasingkan diri’ dari anggota masyarakat sasaran. Informasi yang diberikan oleh informan kunci diuji dengan membandingkan dengan pendapat narasumber yang lain. Penelitian ini menggunakan strategi penelitian terpancang (embedded research) karena masalah dan tujuan apenelitian telah ditetapkan sejak awal penelitian dan studi kasus (case study) karena difokuskan pada ksus tertentu. Analisis dilakukan dengan menggunakan model interaktif …..….”

Rancangan eksperimen ‘pretest-posttest control group design’ digunakan dalam penelitian ini. Subyek penelitian dipilih secara random dari seluruh siswa kelas 3 kemudian secara acak pula di ‘assign’ ke dalam kelompok percobaan dan kelompok kontrol. Data diambil dengan menggunakan test yang telah dikembangkan dan divalidasi oleh Lembaga Pengembangan Tes Nasional. Analisis data dilakukan dengan ….”

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bagian ini memuat hasil penelitian, tepatnya hasil analisis data. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Pengujian hipotesis dan penggunaan statistik tidak termasuk yang disajikan.

Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik (atau bentuk/format komunikasi yang lain). Grafik dan tabel harus dibahas dalam batang tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang mendetil satu-persatu. Hal yang telah jelas dan dapat dibaca dengan mudah dalam tabel tidak perlu diulangi penyebutannya di dalam teks. Jika penyajian hasil cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian.

Selanjutnya, hasil penelitian tersebut dibahas dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh, menginterpretasikan temuan, mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan, dan memunculkan “teori-teori” baru atau modifikasi dari teori yang telah ada. Pembahasan menjadi lebih penting artinya apabila temuan penelitian berbeda dengan teori-teori yang selama ini diakui keberadaannya.

Contoh

“Dari temuan penelitian yang diuraikan dalam artikel ini dapat dilihat bahwa berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kenakalan remaja yang selama ini diyakini kebenarannya menjadi goyah. Keberanaran dari berbagai hal tersebut ternyata tidak berlaku secara universal tetapi kondisional. Gejala-gejala kenakalan remaja tertentu hanya muncul apabila kondisi lingkungan sosial setempat mendukung akan terjadinya bentuk-bentuk kenakalan yang terkait. Hal ini sesuai dengan teori ‘selective cases’ dari Lincoln (1987: 13) yang menyatakan bahwa ….”

Simpulan dan Saran

Simpulan menyajikan ringkasan dan penegasan penulis mengenai hasil penelitian dan pembahasan. Dari kedua hal ini dikembangkan pokok-pokok pokiran (baru) yang merupakan esensi dari temuan penelitia. Saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis, pengembangan teori baru, dan penelitian lanjutan.

Daftar Pustaka

Daftar rujukan (referensi) ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang juga berlaku bagi penulis artikel non penelitian. Pedoman yang harus diikuti adalah: hanya yang benar-benar dirujuk di dalam artikel yang boleh dicantumkan di dalam daftar rujukan dan semua yang dirujuk dalam uraian artikel tercantum di dalam daftar rujukan.

2.  Artikel Konseptual/ Kajian Teoretis (Theoretical Review)

Artikel konseptual atau artikel kajian teoretis (non-penelitian) adalah hasil pemikiran penulis atas suatu permasalahan yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Dalam rangka menghasilkan artikel jenis ini penulis terlebih dahulu mengkaji tulisan-tulisan yang relevan dengan permasalahan-permasalahannya, baik yang sejalan atau yang bertentangan dengan apa yang oleh penulis artikel dianggap benar. Tulisan-tulisan yang digunakan sebagai acuan ini biasanya, dan yang paling dianjurkan, adalah juga artikel-artikel konseptual atau laporan penelitian yang telah diterbitkan lebih dahulu di samping teori-teori dasar yang dapat digali dari buku-buku teks.

Bagian yang paling vital dari sebuah artikel konseptual (seharusnya) adalah pendapat atau pendirian penulis yang dikembangkan dari hasil analisis terhadap pikiran-pikiran mengenai masalah yang sama yang telah dipublikasikan sebelumnya. Artikel konseptual bukan sekedar pemindahan tulisan dari satu atau sejumlah sumber, tetapi merupakan hasil analisis dan pemikiran kritis penulis. Dalam praktik tidak jarang sebuah artikel konseptual hanyalah sebuah hasil tempelan bagian-bagian dari karangan-karangan yang lain, bahkan mungkin satu bagian dari sebuah buku teks. Hal ini seharusnya dihindari dalam publikasi ilmiah.

Artikel konseptual biasanya terdiri dari beberapa unsur pokok yaitu (1) judul, (2) nama penulis dan alamat lembaga/ individu, (3) abstrak dan kata kunci, (4) bagian pendahuluan, (5) bagian inti, (6) penutup atau simpulan, dan (7) daftar rujukan.

Judul

Judul artikel diharapkan mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas dalam artikel. Oleh karena itu pilihan katanya harus tepat, mengandung unsur-unsur utama yang dibahan, jelas, dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang cukup bagi pembaca.

Nama Penulis

Nama penulis artikel ditulis tanpa disertai gelar akademik atau gelar lain apapun. Nama lembaga tempat bekerja penulis ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika lebih dari dua penulis, hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan di bawah judul, nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki, atau catatan akhir.

Abstrak dan Kata Kunci

Abstrak artikel konseptual adalah ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara padat; bukan komentar atau pengantar penulis. Abstrak terdiri dari tidak lebih dari 200 kata (Rifai, 1995) dan disusun dalam satu paragraf. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri menjorok masuk beberapa ketukan). Abstrak memuat secara ringkas gambaran umum dari maslaah yang dibahas di dalam artikel, terutama analisis kritis dan pendirian penulis atas masalah tersebut.

Abstrak hendaknya disertai dengan 3-5 kata kunci, yaitu istilah-istilah mewakili ide-ide atau konsep-konse[ dasar yang dibahas dalam artikel .

Bagian Pendahuluan

Bagian pendahuluan tidak diberi judul. Bagian ini menguraikan hal-hal yang mampu menarik perhatian pembaca dan memberikan acuan (konteks) bagi permasalahan yang akan dibahas, misalnya dengan menonjolkan hal-hal yang kontroversial atau belum tuntas dalam pembahasan permasalahan terakit dalam artikel-artikel yang telah dipublikasikan terdahulu. Bagian pendahuluan ini harus diakhiri dengan rumusan singkat (1-2 kalimat) tentang hal-hal pokok yang akan dibahas dan tujuan pembahasan.

Bagian Inti

Isi bagian ini sangat bervariasi. Lazimnya berisi kupasan, analisis, argumentasi dan pendirian penulis mengenai masalah yang dibicarakan. Banyaknya sub bagian juga tidak dapat ditentukan, tergantung kepada kecukupan kebutuhan penulis untuk menyampaikan pikiran-pikirannya. Walaupun demikian perlu dijaga agar tampilan bagian ini tidak menjadi enumeratif seperti diklat. Penggunaan sub bagian dan sub bagian yang terlalu banyak akan menyebabkan artikel tampil seperti diklat, dan mengurangi kesempatan penulis untuk mengembangkan argumentasi yang kritis dan tajam sebagaimana diharapkan dalam setiap bagian artikel konseptual.

Penutup atau Simpulan

Penutup biasanya diisi dengan simpulan penulis atau bahasan yang disajikan pada bagian sebelumnya. Jika dipandang perlu dapat juga disertakan saran-saran. Jika memang dianggap tetap dapat disajikan dalam sub bagian tersendiri. Pada bagian ini diharapkan penulis menegaskan pendiriannya atas masalah yang dibahas.

3. Telaah (Review) Buku Baru

Telaah buku baru merupakan tinjauan analitik dan kritis atas sebuah buku yang “baru” diterbitkan, mungkin dalam kurun waktu 1-3 tahun. Telaah atau review dimaksudkan untuk memberikan gambaran yang ringkas bagi calon pembaca buku yang bersangkutan. Paparan penulis telaah bersifat analitik, kritis, dan sedapat mungkin komparatif, dengan acuan buku-buku sejenis yang telah terbit lebih dahulu. Sudah barang tentu penelaah bersikap subjetif mungkin dengan mengulas kelebiham-kelebihan dan kelemahan-kelemahan buku yang ditelaahnya secara proporsional.

4. Obituari

Obituari (obituary) adalah berita kematian seorang tokoh ilmuwan yang disertai dengan biografi singkat tokoh tersebut dan penonjolan karya-karyanya yang utama. Tujuan pembuatan obituari adalah untuk memberikan penghormatan kepada ilmuwan yang bersangkutan atas jasa-jasa semasa hidupnya di dalam pengembangan ilmu yang ditekuninya. Layak tidaknya seorang tokoh dimuat dalam rubrik obituari pada dasarnya sangat relatif, tergantung pada berbagai faktor seperti seberapa luas almarhum dikenal dalam bidangnya, seberapa banyak dan menonkol karya-karyanya dan seberapa luas penyebaran media yang memuatnya.

5. Indeks

Untuk keperluan dokumentasi dan membantu pembaca melacak kembali artikel yang dikehendaki, jurnal/ berkala diharapkan secara periodik menerbitkan indeks. Yang dimaksud dengan indeks dalam hal ini adalah daftar artikel-artikel yang pernah dimuat dalam jurnal/berkala yang bersangkutan yang disusun menurut nama penulis, dan bidang kajian atau topik permasalahan. Indeks pengarang biasanya disusun menurut abjad nama kedua (second/ family name) pengarang. Jika disusun dalam file komputer, indeks bidang kajian dapat dilacak dengan menggunakan kata atau kata-kata kunci tertentu.

Indeks dimuat secara periodik setelah jurnal/ berkala terbit beberapa nomor, misalnya setiap tahun, atau setiap tiga tahun. Untuk jurnal yang terbit setiap triwulan atau lebih sering dapat disusun indeks tahunan. Ada pula indeks yang diterbitkan secara khusus, terpisah dari penerbitan jurnal/ berkala yang bersangkutan dan mencakup sejumlah besar jurnal/ berkala, seperti CIJE (Current Index for Journals in Education) yang diterbitkan oleh ERIC (Educational Resources and Information Center). Juga ada indeks yang diterbitkan untuk buku yang telah diresensi.

Daftar Pustaka

Achmadi, S.S. 1999. “Anatomi Jurnal Ilmiah”, dalam Pelatihan Penatar Penulisan Artikel Ilmiah di Perguruan Tinggi, DP3M, Ditjen Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 23-28 Agustus 1999.

Farr, A.D. 1985. Science for Beginers. Oxford: Blackwell Scientific Publications.

Harry Hikmat. 1999. “Kajian Metodologi Penelitian Sosial”, dalam Pelatihan Penatar Penulisan Artikel Ilmiah di Perguruan Tinggi, DP3M, Ditjen Dikti, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta: 23-28 Agustus 1999.

Rifai, Mien A. 2004. Pegangan Gaya Penulisan, Penyuntingan, dan Penerbitan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Gadjah Mada Press dan DP3M Ditjen Dikti, Depdiknas.

Suhadi Ibnu. 2003. “Isi dan Format Jurnal Ilmiah”, dalam Penlok Teknik Penyuntingan Jurnal Ilmiah, Universitas Negeri Malang, Tanggal 17-20 April 2003.

oOo

Regedit

Regedit atau kepanjangan dari Registry Editor pada Windows mempunyai fungsi untuk melihat, membuat atau memodifikasi registry di dalam Windows. Nah, karena fungsinya tersebut kadang-kadang disalahgunakan oleh orang-orang atau user yang tidak bertanggung jawab sehingga dapat membahayakan system registry di komputer Anda.

Langkah-langkahnya seperti biasa, masih menggunakan gpedit.msc yaitu Klik Start > Run > kemudian ketik gpedit.msc kemudian tekan Enter atau OK sehingga akan tampil jendela Group Policy Editor.
Kemudian klik User Configuration > Administrative Templates > System.
Kemudian pilih dan klik double Prevent access to registry editing tools hingga tampil “kotak dialog”.
Kemudian pilih “enabled” pada opsi yang ada, dan juga pilih “yes” pada “disable regedit from editing tools?”
Kemudian Klik OK atau Apply dan tutup jendela gpedit.msc.
Sekarang, user sudah tidak bisa mengakses fungsi regedit tersebut.

Registry, dalam platform sistem operasi windows 32-bit, merupakan sebuah basis data yang disusun secara hierarkis yang mengandung informasi mengenai konfigurasi sebuah sistem, mulai dari konfigurasi perangkat keras, perangkat lunak, asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya hingga preferensi pengguna. Registry merupakan pengganti berkas-berkas konfigurasi *.INI yang digunakan dalam sistem Windows 16-bit (Windows 3.x dan Windows for Workgroups). Registry, pertama kali diperkenalkan di dalam sistem Windows 16-bit sebagai penampung informasi mengenai pemetaan/asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, dan kemudian dikembangkan menjadi basis data dengan cakupan yang luas pada sistem-sistem operasi keluarga Windows NT. Registry juga kemudian digunakan pada sistem operasi kelas rumahan: Windows 95, Windows 98 dan Windows ME, tapi memang implementasi yang cukup bagus dari registry terdapat di dalam keluarga sistem operasi Windows NT.
Daftar isi
[sembunyikan]
1 Selayang pandang
1.1 Registry dalam Windows 16-bit
1.2 Registry dalam Windows 9x
1.3 Registry dalam Windows NT
2 Berkas fisik registry
2.1 Windows NT, 2000, XP, dan Server 2003
2.2 Windows 95, 98, dan Me
2.3 Windows 3.x
3 Struktur registry
3.1 Daftar anak pohon Registry
3.1.1 HKEY_LOCAL_MACHINE
3.1.2 HKEY_CURRENT_USER
3.1.3 HKEY_USERS
3.1.4 HKEY_CURRENT_CONFIG
3.1.5 HKEY_CLASSES_ROOT
3.1.6 HKEY_DYN_DATA
3.2 Jenis data dalam registry
4 Menyunting registry
4.1 Editor registry bawaan Windows
4.2 Penyuntingan dengan menggunakan command-line
4.3 Penyuntingan dengan menggunakan skrip/bahasa pemrograman
4.4 Bahaya dari menyunting registry
5 Policy file (berkas kebijakan)
5.1 Editor policy file
6 Keuntungan dari konsep Registry

Registry dalam Windows 16-bit
Registry dalam sistem Windows 16-bit (dimulai pada Windows 3.x) berguna hanya untuk menyimpan asosiasi ekstensi berkas dengan aplikasinya, serta asosiasi objek OLE di dalam dokumen dengan aplikasinya. Implementasi ini masih terbilang sederhana, karena jika dibandingkan dengan registry dalam Windows NT dan Windows 9x, asosiasi ekstensi berkas dan objek OLE hanya memakan satu anak pohon (subtree) saja, yakni di dalam HKEY_CLASSES_ROOT.

<!–

span.fullpost {display:inline;}

span.fullpost {display:none;}

–>

Registry dalam Windows 9x
Dalam sistem operasi Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, struktur registry secara logis sama dengan struktur registry dalam Windows NT, tapi tidak kompatibel secara fisik. Dalam sistem operasi ini terdapat sebuah anak pohon tambahan, yakni HKEY_DYN_DATA yang dibuat secara dinamis dan digunakan untuk mengukur performa serta melakukan konfigurasi perangkat keras Plug and Play. Windows 9x menyimpan registry di dalam dua buah berkas, yakni %WINDIR%\system.dat dan %WINDIR%\user.dat. System.dat mengandung informasi mengenai sebuah komputer tertentu, sementara user.dat mengandung informasi mengenai sebuah profil milik pengguna. Ketika booting, Windows 9x akan memuat registry ke dalam ruangan kernel di dalam memori fisik.

Registry dalam Windows NT
Registry dalam Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003 terbagi secara logis ke dalam lima buah anak pohon (subtree), yang setiap pohon tersebut mengandung kumpulan kunci (key) dan anak kunci (subkey) yang disusun secara hierarkis. Susunan ini sama dengan susunan direktori dalam sistem berkas. Sementara itu, secara fisik, registry terdiri atas beberapa berkas yang disebut sebagai hive dan berkas catatan transaksi (transaction log) untuk setiap hive-hive tersebut yang disimpan di dalam direktori %systemroot%\system32\config.

Berkas fisik registry
Registry Windows disimpan dalam beberapa berkas, tergantung sistem operasi Windows yang digunakan. Nama berkas-nya pun kadang-kadang berbeda-beda antar versi sistem operasi, tapi semua berkas tersebut disimpan di dalam mesin lokal, kecuali NTuser.dat yang dapat diletakkan di dalam komputer lainnya untuk mengizinkan fungsi roaming profile dan group policy dalam Windows NT, yang umumnya disimpan di dalam server dalam jaringan lokal.

Windows NT, 2000, XP, dan Server 2003
Berkas-berkas berikut merupakan berkas registry untuk sistem operasi Windows NT, Windows 2000, Windows XP dan Windows Server 2003:
%systemroot%\system32\config\Sam – HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM
%systemroot%\system32\config\Security – HKEY_LOCAL_MACHINE\SECURITY
%systemroot%\system32\config\Software – HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE
%systemroot%\system32\config\System – HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM
%systemroot%\system32\config\Default – HKEY_USERS\.DEFAULT
%systemroot%\system32\config\Userdiff
%UserProfile%\Ntuser.dat – HKEY_USERS\<SID> (HKEY_CURRENT_USER)
%UserProfile%\Local Settings\Application Data\Microsoft\Windows\Usrclass.dat – HKEY_USERS\<SID>_Classes (HKEY_CURRENT_USER\Software\Classes)
Windows 95, 98, dan Me
Berkas-berkas berikut merupakan berkas registry untuk sistem operasi Windows 95, Windows 98 dan Windows Millennium Edition.
C:\WINDOWS\User.dat
C:\WINDOWS\System.dat
C:\WINDOWS\Classes.dat (khusus Windows ME)
Struktur registry
Struktur registry agak mirip dengan struktur direktori dalam sistem berkas. Selain itu, registry juga dapat diakses dengan menggunakan sintaksis yang sama dengan cara mengakses berkas, dengan menggunakan karakter garis miring terbalik (backslash) untuk menandakan tingkatan hierarkis. Susunannya adalah seperti \\. Sebagai contoh, My Computer\HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows, yang merujuk kepada sebuah subkey yang memiliki nama “Windows” yang terdapat di dalam subkey Microsoft, yang terdapat di dalam key dengan nama Software, yang terdapat di dalam subtree HKEY_LOCAL_MACHINE.
Setiap key dan subkey tersebut dapat memiliki nilai yang dapat ditentukan atau nilai default, yang disebut sebagai Value. Akan tetapi, cara mengakses value tidaklah sama dengan cara mengakses berkas dalam sistem berkas, mengingat nama value dapat mengandung karakter backslash yang dapat menjadi ambigu ketika menggunakan cara baca seperti halnya mengakses sistem berkas. Adalah fungsi-fungsi dalam Windows 32-bit Aplication Programming Interface (Win32 API) yang dapat melakukan query dan manipulasi terhadap value-value registry, yang dilakukan dengan cara mengambil nama value secara terpisah dari path key yang merupakan parent key. Setiap value memiliki jenis-jenis datanya masing-masing yang dapat dilihat pada bagian berikut.

Daftar anak pohon Registry
Registry Windows terdiri atas beberapa anak pohon berikut, yang disusun secara hierarkis dengan My Computer sebagai root directory-nya:
HKEY_LOCAL_MACHINE, sering disebut sebagai HKLM, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi sistem yang bersangkutan, yang terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak. Semua yang terdapat di dalam anak pohon ini diaplikasikan kepada semua pengguna.
HKEY_CURRENT_USER, sering disebut sebagai HKCU, merupakan sebuah tempat penyimpanan untuk konfigurasi yang dimiliki oleh pengguna yang sedang melakukan logon, yang menyimpan informasi mengenai konfigurasi preferensi pengguna (konfigurasi desktop, warna, dan konfigurasi lainnya yang setiap pengguna dapat melakukan kustomisasi terhadapnya).
HKEY_USERS, sering disebut sebagai HKU, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi setiap pengguna yang terdaftar di dalam komputer yang bersangkutan. Setiap anak kunci dari anak pohon ini diidentifikasikan dengan menggunakan nomor Security Identifier(SID) yang dimiliki oleh pengguna. Ketika pengguna melakukan logon, SID yang cocok akan dimuat ke dalam anak pohon HKEY_CURRENT_USER.
HKEY_CLASSES_ROOT, sering disebut sebagai HKCR, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi asosiasi/pemetaan ekstensi sebuah berkas atau objek Object Linking and Embbeding (OLE) dengan aplikasi yang dapat menanganinya. Sebagai contoh, berkas berekstensi .txt akan ditangani oleh aplikasi editor teks seperti Notepad dan masih banyak lainnya.
HKEY_CURRENT_CONFIG, sering disebut sebagai HKCC, merupakan tempat penyimpanan untuk konfigurasi perangkat keras dan sistem operasi yang sedang digunakan saat itu, yang diperoleh pada saat proses booting dilakukan. Informasi yang disimpan di sini bersifat volatil dan tidak disimpan secara permanen ke dalam berkas penampung registry, tapi akan selalu dibuat setiap kali proses booting dilakukan.
HKEY_DYN_DATA, yang hanya terdapat di dalam Windows 95, Windows 98, dan Windows Millennium Edition, merupakan tempat penyimpanan konfigurasi dinamis untuk semua perangkat keras plug-and-play. Tidak ada padanannya dalam Windows NT, tapi dalam Windows NT 5.x, terdapat sebuah anak pohon HKEY_PERFORMANCE_DATA, yang hanya digunakan untuk mengumpulkan informasi performance counter Windows 2000, mengingat semua konfigurasi perangkat keras disimpan di dalam HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE\.
Catatan: HKEY di dalam registry Windows, merupakan singkatan terhadap kata “Handle to Key”.
HKEY_LOCAL_MACHINE
Menyimpan informasi/data mengenai semua konfigurasi mesin yang bersangkutan. HKLM bukanlah symbolic link ke kunci registry manapun. HKEY_LOCAL_MACHINE memiliki beberapa anak kunci, yakni:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE, berguna untuk menyimpan semua konfigurasi perangkat lunak yang terinstal di dalam komputer yang bersangkutan, dan konfigurasinya yang akan diaplikasikan kepada semua pengguna, baik pengguna yang melakukan logon secara lokal/interaktif maupun yang melakukan logon secara remote (melalui service logon, batch logon, atau terminal serivice logon).
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM, berguna untuk menyimpan semua informasi dan konfigurasi sistem operasi Windows yang sedang berjalan. Di sini terdapat semacam recovery point, yang disebut sebagai LastKnownGood Configuration, yang akan digunakan pada saat sistem mengalami masalah pada saat proses booting. Semua konfigurasi driver dan layanan windows (Win32 Service dan komponen Windows seperti NTFS dan TCP/IP) disimpan di sini.
HKEY_LOCAL_MACHINE\SAM, berguna untuk menyimpan basis data akun pengguna yang terinstal di dalam sistem operasi yang bersangkutan. Secara default, SAM tidak dapat diakses, bahkan oleh administrator sekalipun, karena memang access control-nya tidak memungkinkan hal itu dilaksanakan. SAM adalah singkatan dari security account manager.
HKEY_LOCAL_MACHINE\HARDWARE, berguna untuk menyimpan konfigurasi perangkat keras di dalam sistem yang bersangkutan, seperti halnya konfigurasi sumber daya (perangkat keras)interupsi perangkat keras, konfigurasi DMA, dan konfigurasi lainnya).
HKEY_LOCAL_MACHINE\SECURITY, berguna untuk menyimpan konfigurasi keamanan Windows.
HKEY_CURRENT_USER
Menyimpan informasi/data yang diasosiasikan dengan pengguna yang sedang masuk log. HKCU merupakan sebuah symbolic link ke kunci registry HKEY_USERS\<SID dari pengguna yang bersangkutan>. HKCU juga menyimpan informasi mengenai profil pengguna, konfigurasi perangkat lunak, dan preferensi mereka. Terdapat beberapa anak kunci, yakni:
AppEvents, yang digunakan untuk menyimpan asosiasi antara suara dengan sebuah event. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->Sound untuk mengubahnya, dan jangan menyunting secara langsung dari sini.
Console, yang digunakan untuk menyimpan konfigurasi jendela Command Prompt (cmd.exe); contoh: lebarnya, tingginya, dan warnanya. Disarankan untuk menggunakan Command Prompt->Properties untuk mengubahnya, dan jangan menyunting langsung dari sini.
Control Panel, digunakan untuk menyimpan konfigurasi screen saver, skema desktop, warna, keyboard, dan mouse. Selain itu juga dapat menyimpan informasi ketidakmampuan (accessibility) dan regional settings. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->Display, Control Panel->Accessibility, dan Control Panel->Language and Regional Options untuk mengubahnya, dan jangan menyuntingnya secara langsung dari sini.
Environment, mengandung definisi Environment Variable. Disarankan untuk menggunakan Control Panel->System->Advanced->Environment Variables untuk mengubahnya, dan jangan menyunting langsung dari sini.
Keyboard Layout, menyimpan konfigurasi lay-out konfigurasi keyboard (contoh U.S. English, atau U.K. English, atau U.S. Dvorak, dan lain sebagainya).
Network, menyimpan konfigurasi dan pemetaan drive yang berada di jaringan.
Printers, menyimpan konfigurasi koneksi printer.
Software, digunakan untuk menyimpan preferensi pengguna terhadap sebuah perangkat lunak tertentu.
UNICODE
Windows 3.1 Migration Status
HKEY_USERS
Anak pohon HKEY_USERS mengandung beberapa anak yakni semua profil pengguna yang terdaftar di dalam sistem yang bersangkutan dan basis data registrasi objek OLE. Selain itu, anak pohon ini juga mengandung HKEY_USERS\.DEFAULT, yang dihubungkan dengan profil milik akun SYSTEM, yang merupakan profil yang digunakan oleh salah satu komponen Windows, WINLOGON.EXE, untuk menyimpan semua konfigurasi seperti halnya HKEY_CURRENT_USER, yakni bagaimana tampilan desktop, bagaimana konfigurasi perangkat keras dan lain-lain. Pengaturan yang diberlakukan terhadap HKU\.DEFAULT ini dapat menjadikan konfigurasi desktop dan lain-lain pada saat proses logon Windows akan berubah dari pengaturan default-nya.
Ketika seorang pengguna masuk log ke sebuah sistem untuk pertama kalinya, sementara akun miliknya tidak berupa roaming profile (yakni, sebuah profil pengguna yang disimpan di dalam tempat tersentralisasi di dalam domain controller), maka Windows akan membuatkan sebuah profil yang baru untuknya, yang dibuat berbasiskan pengaturan yang terdapat di dalam C:\Documents and Settings\Default User.
HKEY_CURRENT_CONFIG
Anak pohon HKEY_CURRENT_CONFIG mengandung data konfigurasi untuk profil perangkat keras (hardware profile) yang sedang digunakan oleh Windows. HKCC tidak mengandung data apapun, karena memang anak pohon ini merupakan sebuah symbolic link terhadap HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Hardware Profiles\Current. Dengan demikian, dengan mengubah kunci tersebut atau mengubah HKCC, akan menghasilkan sesuatu yang sama.
Penggunaan profil perangkat keras mengizinkan administrator untuk mengonfigurasikan beberapa variasi dari pengaturan yang digunakan pada saat melakukan driver perangkat keras booting. Meskipun profil yang digunakan dapat berubah dari satu proses booting ke proses booting lainnya, aplikasi dapat merujuk ke anak pohon ini untuk mencari profil mana yang sedang dimuat oleh Windows. Pengaturan profil perangkat keras dapat dilakukan dengan Control Panel->System->Hardware->Hardware Profiles. Jika ada lebih dari satu profil perangkat keras, maka komponen Windows, yakni NTLDR, akan menanyakan kepada pengguna mengenai profil yang harus dimuat pada saat proses booting dilakukan.

HKEY_CLASSES_ROOT
Anak pohon HKEY_CLASSES_ROOT mengandung dua jenis data, yakni:
Data yang mengasosiasikan jenis berkas (dilihat dari ekstensinya atau kelasnya) dengan program yang dapat membukannya. Subkunci jenis berkas di dalam HKEY_CLASSES_ROOT memiliki nama yang sama dengan ekstensi nama berkas, seperti halnya .txt, .exe, dan lain-lain. Asosiasi jenis berkas ini disimpan di dalam registry, tapi disarankan untuk menggunakan Folder Options->File Types jika memang hendak mengubahnya.
Data konfigurasi untuk objek-objek Object Linking and Embedding (OLE)/Component Object Model (COM).
Isi dari HKCR diambil dari dua sumber, yakni HKLM\SOFTWARE\Classes dan HKCU\SOFTWARE\Classes. Jika sebuah subkey atau entri terdapat di dalam salah satu dari dua lokasi tersebut, maka hal tersebut akan ditampilkan juga di dalam HKCR. Jika ada dua entri yang konflik di antara dua lokasi tersebut, hanya HKCU\SOFTWARE\Classes yang akan ditampilkan di dalam HKCR.
HKEY_DYN_DATA
[place holder]
Semua informasi di atas dapat dirangkum ke dalam tabel berikut
Anak pohon
Keterangan
HKEY_CURRENT_USER
Menyimpan informasi/data yang diasosiasikan dengan pengguna yang sedang masuk log.
HKEY_USERS
Menyimpan informasi/data mengenai semua akun pengguna di dalam mesin yang sama
HKEY_CLASSES_ROOT
Menyimpan informasi/data mengenai asosiasi berkas dengan aplikasinya dan registrasi objek Component Object Model (COM).
HKEY_LOCAL_MACHINE
Menyimpan informasi/data mengenai semua konfigurasi mesin yang bersangkutan.
HKEY_PERFORMANCE DATA
Menyimpan informasi mengenai kinerja sistem yang dikumpulkan oleh performance counter Windows NT.
HKEY_CURRENT_CONFIG
Berisi beberapa informasi mengenai profil perangkat keras yang sedang digunakan.
Jenis data dalam registry
Sebuah value dapat memiliki jenis-jenis data seperti di bawah ini:
REG_NONE, yang merupakan sebuah jenis data registry yang tidak didefinisikan sebelumnya. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x00.
REG_SZ, merupakan jenis data teks (string) dengan panjang yang tetap (fixed-length string). Semua sistem operasi 32-bit Windows (Windows NT dan Windows 9x) mendukung jenis data registry ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x01.
REG_EXPAND_SZ, merupakan jenis data teks/string yang dapat diekspansi. Windows 9x tidak memiliki jenis data ini. Diperlukan editor registry khusus (regedt32.exe) untuk menangani jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x02.
REG_BINARY, merupakan jenis data biner, yang dapat berarti macam-macam (bisa berupa teks/string, atau bilangan). Semua sistem operasi 32-bit Windows (Windows NT dan Windows 9x) mendukung jenis data registry ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x03.
REG_DWORD, merupakan jenis data angka 32-bit. Semua sistem operasi 32-bit Windows (Windows NT dan Windows 9x) mendukung jenis data registry ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x04. Terdapat dua jenis implementasi dari jenis data ini, yakni:
REG_DWORD_LITTLE_ENDIAN, yang merupakan jenis data REG_DWORD default dalam Windows NT yang dijalankan di atas prosesor Intel x86/x64. Jenis data ini berukuran 32-bit yang disusun dengan menggunakan format little-endian. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x05.
REG_DWORD_BIG_ENDIAN, yang merupakan jenis data REG_DWORD yang berukuran 32-bit yang disusun dengan menggunakan format big-endian. Jenis data ini hanya dapat didukung oleh Windows NT yang dijalankan di atas mesin DEC Alpha, MIPS, atau IBM Power PC, yang memang menggunakan format bilangan big-endian. Windows NT 5.x yang hanya dapat berjalan di atas sistem x86 tidak menangani jenis data ini (terdapat limitasi pada mikroprosesor), meskipun Windows NT 5.x mendukungnya. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x06.
REG_MULTI_SZ, merupakan jenis data teks/string yang memiliki banyak baris yang dipisahkan dengan dua buah karakter null (0x00). Windows 9x tidak memiliki jenis data ini.Diperlukan editor registry khusus (regedt32.exe) untuk menangani jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x07.
REG_LINK, yang merupakan symbolic link ke sebuah objek Windows NT dalam ruang nama/namespace objek Windows NT (yang diatur oleh Object Manager Windows NT). Registry Editor default bawaan Windows (regedit.exe, regedt32.exe, dan utilitas command-line reg.exe) tidak dapat menyunting jenis ini. Jenis data ini digunakan secara internal oleh Windows NT saja, dan tidak digunakan oleh aplikasi. Registry dalam Windows 9x tidak memiliki jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x08.
REG_RESOURCE_LIST (Windows NT) atau REG_FULL_RESOURCE_DESCRIPTOR, yang merupakan jenis data registry yang hanya digunakan untuk menyimpan konfiguras perangkat keras dan driver-nya yang terinstalasi di atas sistem operasi Windows NT. Registry dalam Windows 9x tidak memiliki jenis data ini. Jenis data ini adalah kumpulan larik (array) yang digunakan untuk menyimpan daftar sumber daya (interupsi perangkat keras, Direct Memory Access (DMA), I/O range dan memory range) yang digunakan oleh komponen perangkat keras atau driver. Dibutuhkan registry editor khusus (regedt32.exe) untuk menyunting value dengan jenis data ini. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x09.
REG_QWORD, merupakan jenis data angka yang memiliki panjang 64-bit. Jenis data ini hanya terdapat di dalam sistem prosesor 64-bit saja, semacam DEC Alpha, IA-6A, atau x64. Jenis data ini secara internal menggunakan tanda pengenal (identifier) 0x12. Sama seperti halnya REG_DWORD, REG_QWORD juga terdapat dua jenis implementasi, yakni little-endian (REG_QWORD_LITTLE_ENDIAN, dengan identifier 0x13) dan big-endian (REG_QWORD_BIG_ENDIAN, dengan identifier 0x14), meskipun secara default format yang digunakan adalah REG_QWORD_LITTLE_ENDIAN. Diperlukan editor khusus untuk menyunting jenis data ini.
Jenis data registry, dapat dirangkum pada tabel berikut:
Jenis data
Identifier
Keterangan
REG_NONE
0x00
Jenis data belum ditentukan
REG_SZ
0x01
Teks/string berukuran tetap
REG_EXPAND_SZ
0x02
Teks/string yang dapat berubah-ubah.
REG_BINARY
0x03
Jenis data biner (dapat berupa apa saja)
REG_DWORD
0x04
Jenis data bilangan dengan ukuran 32-bit
REG_DWORD_LITTLE_ENDIAN
0x05
Jenis data bilangan dengan ukuran 32-bit, dengan format little-endian. Dalam Windows NT 5.x, sama saja dengan REG_DWORD biasa.
REG_DWORD_BIG_ENDIAN
0x06
Jenis data bilangan dengan ukuran 32-bit, dengan format big-endian.
REG_MULTI_SZ
0x07
Jenis data teks/string dengan banyak baris yang dipisahkan dengan dua karakter null (0x00).
REG_LINK
0x08
Symbolic link dengan menggunakan format Unicode ke sebuah objek dalam Windows NT Object Manager.
REG_RESOURCE_LIST
0x09
Digunakan untuk menampung sumber daya perangkat keras.
REG_FULL_RESOURCE_DESCRIPTOR
0x10
Digunakan untuk menampung sumber daya perangkat keras.
REG_RESOURCE_REQUIREMENTS_LIST
0x11
Digunakan untuk menampung kebutuhan sumber daya perangkat keras.
REG_QWORD
0x12
Jenis data bilangan dengan ukuran 64-bit.
REG_QWORD_LITTLE_ENDIAN
0x13

Jenis data bilangan dengan ukuran 64-bit, dengan menggunakan format little-endian.
REG_QWORD_BIG_ENDIAN
0x14
Jenis data bilangan dengan ukuran 64-bit, dengan menggunakan format big-endian.
Menyunting registry
Secara fisik, registry merupakan berkas biner yang tidak dapat disunting secara langsung dengan menggunakan editor teks. Akan tetapi, beberapa program dapat melakukannya, meski sangat rumit untuk dilakukan. Cara lainnya adalah dengan menggunakan alat bantu editor registry Windows. Untungnya, Microsoft menawarkan program editor registry, yang dikenal sebagai regedit. Regedit dapat diakses dengan menjalankan perintah “regedit.exe” atau “regedt32.exe” dari menu Run. Dengan ditampilkan secara struktural, penyuntingan registry pun dapat dilakukan secara jauh lebih mudah daripada menggunakan program editor teks atau editor bilangan heksadecimal.
Berhati-hatilah saat melakukan penyuntingan registry, mengingat kerusakan registry seringnya tidak dapat dikembalikan. Karenanya, lakukan backup (buat salinan) terlebih dahulu sebelum menyunting. Beberapa program optimalisasi/tweaking Windows atau “hacking” Windows seperti TweakUI atau bahkan beberapa applet dalam Control Panel Windows melakukan penyuntingan terhadap registry secara langsung tanpa harus membuka editor registry, sehingga jauh lebih aman. Jadi intinya, lakukan penyuntingan registry jika dan hanya jika mengetahui seluk beluk registry yang hendak disunting.
Editor registry bawaan Windows
Dalam Windows 16-bit, terdapat sebuah komponen editor registry, yang disebut sebagai “Registration Info Editor” atau “Registration Editor”. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, bahwa registry dalam Windows 16-bit hanya terdapat asosiasi berkas atau objek OLE dengan aplikasinya saja, maka editor registry dalam sistem ini pun hanya dapat menyunting hal tersebut saja.
Windows NT yang dirilis kemudian memperkenalkan banyak konsep baru terhadap registry Windows, seperti halnya mampu menangani beberapa sub-tree, dan juga atribut keamanan dengan access control list. Dalam Windows NT 3.1, terdapat satu editor registry, yang disebut dengan regedt32.exe, yang lebih bagus dan mampu menyunting beberapa jenis tipe data.
Windows 95 juga memperkenalkan editor registry baru, yang dibuat berbasiskan registry editor bawaan Windows NT, tetapi lebih sederhana (tidak ada atribut keamanan, dan tidak ada proteksi read-only). Registry Editor dalam Windows 95/98/ME ini disebut sebagai Regedit.exe saja.
Saat Microsoft merilis Windows NT 4.0, setelah Windows 95, di sistem operasi tersebut terdapat dua editor registry, yakni regedit.exe dan regedt32.exe. Regedit.exe merupakan bawaan Windows 95, sementara regedt32.exe merupakan bawaan Windows NT, yang diperbarui. Ada beberapa perbedaan di antara keduanya, yakni sebagai berikut:
Regedit.exe, ditampilkan seperti halnya Windows Explorer, dengan root-directory dengan nama My Computer dan akan menampilkan semua sub-tree yang dimuat di bawahnya. Regedit.exe hanya menampilkan satu window saja. Sementara itu, registry dalam regedt32.exe ditampilkan seperti halnya Program Manager, dengan setiap sub-tree ditampilkan dalam setiap window-nya masing-masing, sehingga sebuah window hanya mengandung sub-tree saja.
Regedit.exe merepresentasikan komponen sebuah value (nama, jenis dan datanya) sebagai tiga kolom yang terpisah dari sebuah tabel. Sementara, regedt32.exe akan merepresentasikan komponen sebuah value sebagai daftar string.
Regedit.exe mendukung klik-kanan terhadap sebuah entri dalam struktur tampilan pohon untuk mengatur propertinya dan beberapa pengaturan lainnya. Sementara, regedt32.exe mengharuskan semuanya dilakukan dari menu utama aplikasi.
Karena regedit.exe adalah program bawaan Windows 95, program tersebut tidak dapat menyunting izin akses (karena memang izin akses tidak terdapat dalam Windows 9x dan hanya terdapat di dalam keluarga sistem operasi Windows NT). Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk mengakses registry dalam Windows NT secara penuh adalah dengan menggunakan program regedt32.exe.
Regedit.exe hanya mendukung beberapa jenis data saja (REG_SZ, REG_DWORD/REG_DWORD_LITTLE_ENDIAN, dan REG_BINARY). Sementara itu, Regedt32.exe mendukung banyak jenis data, yakni REG_SZ, REG_DWORD, REG_MULTI_SZ, REG_EXPAND_SZ, dan REG_RESOURCE_LIST. Menyunting jenis data yang tidak didukung dengan Regedit.exe dalam Windows NT 4.0 dan Windows 2000 akan menyebabkan konversi data ke jenis data yang didukung oleh aplikasi tersebut dan tidak dapat dikembalikan ke jenis data sebelumnya.
Hal tersebut terus diberlakukan dalam Windows 2000. Dan, pada Windows XP dan Windows Server 2003, kemampuan kedua program tersebut digabungkan ke dalam satu program saja, regedit.exe. Regedt32.exe juga masih ada, tapi hanya berupa symbolic link saja. Jika menjalankan regedt32.exe dalam kedua sistem operasi tersebut, hal tersebut sama saja dengan menjalankan regedit.exe. Windows Vista pun demikian.
Program editor registry bawaan Windows, baik itu menggunakan regedit.exe maupun regedt32.exe mampu melakukan pengeksporan registry ke dalam sebuah berkas dengan ekstensi .REG atau .KEY. Hasil pengeksporan tersebut sama saja dengan berkas teks untuk konfigurasi biasa, yakni .INI. Path registry lengkap disusun sebagai header, sementara itu, entri registry dan nilainya disusun di bawahnya. Selain tentunya dapat melakukan pengeksporan registry ke dalam sebuah berkas teks, program itu juga dapat melakukan pengimporan.
Penyuntingan dengan menggunakan command-line
Selain utilitas grafis seperti Regedit.exe dan Regedt32.exe, Microsoft juga menawarkan utilitas command-line reg.exe yang mulai ditawarkan di dalam Windows 2000 Resource Kit Tools. Windows XP dan Windows Server 2003 telah mengintegrasikan program tersebut secara internal dan diinstalasikan secara default.
Sintaksis yang digunakan adalah sebagai berikut:reg.exe Operasi [Daftar_Parameter]Operasi [QUERYADDDELETECOPYSAVELOADUNLOADRESTORECOMPAREEXPORTIMPORT]
Penyuntingan dengan menggunakan skrip/bahasa pemrograman
Registry juga dapat disunting dengan menggunakan skrip dan bahasa pemrograman yang berjalan untuk sistem microsoft windows. Contoh bahasa skrip (scripting language) yang sering digunakan adalah VBScript, Windows Batch File (*.BAT/*.CMD), JScript, serta Perl (dengan menggunakan W32::registery). Sementara itu, beberapa bahasa pemrograman, seperti halnya Microsoft Visual Basic, dan ,Net Framework (dalam kelas Microsoft.Win32.Registry) juga dapat langsung mengakses dan menyunting registry, mengingat mereka telah mengintegrasikan beberapa pustaka untuk melakukan hal itu.
Berikut ini adalah beberapa Win32 API yang dapat digunakan untuk mengakses registry Windows dengan bahasa pemrograman yang tidak memiliki pustaka untuk melakukan penyuntingan registry secara langsung:RegCloseKey RegOpenKeyRegConnectRegistry RegOpenKeyExRegCreateKey RegQueryInfoKeyRegCreateKeyEx RegQueryMultipleValuesRegDeleteKey RegQueryValueRegDeleteValue RegQueryValueExRegEnumKey RegReplaceKeyRegEnumKeyEx RegRestoreKeyRegEnumValue RegSaveKeyRegFlushKey RegSetKeySecurityRegGetKeySecurity RegSetValueRegLoadKey RegSetValueExRegNotifyChangeKeyValue RegUnLoadKey
Bahaya dari menyunting registry
Menyunting registry secara manual dapat mengakibatkan sistem operasi tidak stabil, atau bahkan mengalami kerusakan yang tidak dapat dikembalikan lagi. Microsoft pun menganjurkan penyuntingan registry agar hanya dilakukan oleh para profesional atau pengguna yang tahu apa yang sedang dilakukan. Registry yang rusak hanya dapat dikembalikan dengan cara instalasi ulang sistem operasi, atau menimpa berkas fisik registry dengan salinannya (backup) yang masih benar dan baik.
Policy file (berkas kebijakan)
Semenjak dirilisnya Windows 95, para Administrator Windows dapat menggunakan sebuah jenis berkas yang dapat digabungkan dengan registry, yang disebut sebagai policy file. Policy file mengizinkan para adminstrator Windows untuk mencegah para pengguna yang bukan administrator (pengguna biasa) dari melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh administrator, seperti halnya mengubah beberapa pengaturan sistem, hingga menyunting registry secara manual. Policy file ini umumnya digunakan di dalam sebuah jaringan dengan banyak komputer di dalamnya, di mana komputer-komputer tersebut harus dilindungi dari tangan-tangan jahil para pengguna, dan juga para pengguna juga harus dilindungi dari pengguna lainnya.
Ekstensi default untuk policy file adalah .POL. Policy file akan menyaring semua pengaturan yang diberlakukan terhadap sebuah pengguna atau beberapa pengguna yang disatukan ke dalam sebuah group. Untuk melakukannya, policy file akan menggabungkan dirinya dengan registry, sehingga mencegah para pengguna untuk mengutak-atiknya dengan mengembalikan pengaturan yang sebelumnya. Selain itu, policy file juga didistribusikan melalui LAN, tapi dapat juga diletakkan secara lokal di dalam sebuah komputer.
Editor policy file
Untuk membuat sebuah policy file, Microsoft menyertakan sebuah alat bantu yang disebut sebagai poledit.exe yang diperuntukkan Windows 95 dan Windows 98, atau dengan menggunakan modul manajemen komputer dalam sistem operasi berbasis Windows NT. Modul-modul tersebut tidak dapat diberlakukan di dalam instalasi Windows XP Home Edition, dan hanya berlaku dalam Windows XP Professional saja. Pengaktifan editor tersebut membutuhkan izin yang sama dengan seorang administrator untuk sistem yang hendak diaplikasikan di dalamnya policy file. Editor juga dapat secara langsung mengubah pengaturan registry di yang ada dalam komputer lokal, dan apabila layanan remote registry service dijalankan dalam komputer lainnya, maka hal tersebut juga dapat memungkinkan perubahan registry secara jarak jauh terhadap komputer tersebut. Policy editor akan memuat semua pengaturan yang dapat diubah dari berkas berekstensi .adm, yang mengandung pengaturan yang disediakan oleh shell windows. Berkas berekstensi .adm sendiri merupakan sebua, dan mendukung lokalisasi secara mudah dengan mengizinkan semua teks/string untuk disimpan di dalam sebuah tempat yang sama. Dalam sistem operasi Windows yang baru, Policy editor diubah namanya menjadi Group Policies (dapat diakses dengan menggunakan perintah gpedit.msc dari menu Run).
Keuntungan dari konsep Registry
Dibandingkan menggunakan banyak berkas konfigurasi .INI seperti yang dilakukan di dalam Windows 16-bit menjadi sebuah tempat tersentralisasi, registry menawarkan beberapa keuntungan, yakni sebagai berikut:
Registry memisahkan konfigurasi mesin dari konfigurasi pengguna. Ketika seorang pengguna masuk log ke dalam sebuah komputer berbasis Windows NT/2000/XP/Server 2003, pengaturan registry yang dimiliki oleh pengguna yang bersangkutan akan dimuat secara terpisah dari konfigurasi sistem operasi yang utama. Hal ini mengizinkan program-program untuk lebih mudah dikonfigurasi untuk setiap orang pengguna (setiap pengguna berhak memiliki preferensi masing-masing), mengingat mereka hanya bekerja di dalam anak pohon “Current User” saja. Sementara itu, jika dibandingkan dengan konfigurasi yang lama, berkas .INI cenderung untuk menulis konfigurasi dan pengaturan setiap program oleh setiap pengguna di dalam satu tempat saja, yakni berkas INI yang bersangkutan.
Group Policy mengizinkan administrator Windows untuk mengatur program secara terpusat.
Karena registry diakses dengan menggunakan API yang khusus, maka registry juga dapat diakses dengan menggunakan skrip, bahasa pemrograman, atau query Windows Management Instrumention (WMI). Setiap skrip tidak harus dikustomisasi secara unik untuk konfigurasi sebuah aplikasi, yang kadang memiliki format yang berbeda-beda.